Travel Preants

Hindari 4 Menu Ini untuk Sarapan Anak

Pastikan sarapan anak terdiri dari serat dan protein agar ia mendapatkan manfaat kesehatan terbaik, mulai dari menjaga kesehatan metabolisme.

Nakita
Ilustrasi: sarapan 

Sebagai menu sarapan, membeli sandwich tampaknya menjadi pilihan mudah dan sehat. Lengkap dengan roti, telur, keju, dan daging, tapi sayangnya, sandwich cepat saji bukan pilihan baik bagi anak-anak.

Selain mengandung sedikit serat, sandwich cepat saji tinggi garam, lemak, dan kalori. Namun, sandwich dapat berubah menjadi lebih sehat bila Anda membuatnya sendiri dengan roti gandum, mayones pilihan, dan tidak menggunakan daging olahan.

Perubahan kecil ini dapat menghemat ratusan kalori buruk bagi anak Anda. Croissant Walau dipadukan dengan bahan sehat seperti selada segar, tuna, atau telur, setiap lapis croissant mengandung mentega tinggi dan kaya akan tepung putih.

Jangan Makan Pisang untuk Sarapan, Ini Alasannya

 Kapan Waktu Sarapan yang Tepat?

Kadar tinggi mentega ini membuat croissant sangat tinggi lemak jenuh yang berdampak buruk pada kesehatan jangka panjang anak.

Selain itu, memakannya saat sarapan berisiko memberatkan pencernaan anak yang berakibat sakit perut.

Donat Satu porsi donat dengan toping manis setiap hari selama seminggu dapat memberikan 2000 kalori lebih, yang diterjemahkan sebagai 0,5 kilo lemak tubuh ekstra.

Selain berisiko membuat anak kegemukan, donat bukanlah pilihan yang baik untuk sarapan anak-anak, karena penuh dengan gula dan tidak mengandung serat.

Anak menjadi cepat lapar dan kurang bertenaga akibat terlalu banyak energi yang dikeluarkan untuk memecah gula.

Ikuti kami di
Editor: Geafry Necolsen
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved