Travel Parents

Sebaiknya Ajak Liburan Luar Ruangan, Kebanyakan Main Game Bisa Bikin Anak Pingsan

Intens bermain game ternyata juga bisa membuat sejumlah anak dan remaja mengalami stres, jantung berdebar, sampai pingsan.

Editor: Geafry Necolsen
net
Ilustrasi: Anak main game di ponsel 

"Ketika seorang anak atau remaja tiba-tiba pingsan karena aritmia ventrikel saat bermain game, itu bisa lebih berisiko daripada pingsan saat mereka berolahraga yang kompetitif," jelas Aziz.

Menurutnya, pada kasus kelainan jantung di kegiatan olahraga biasanya ada orang-orang di sekitar yang tahu apa yang harus dilakukan.

Mereka juga paham bagaimana memberikan bantuan bagi orang yang mengalami gangguan jantung. Tidak demikian dengan lingkungan anak yang bermain game.

Aziz mengungkapkan sebagian besar sindrom aritmia pada anak dan remaja adalah channelopathies. Sindrom tersebut mengganggu cara kerja saluran ion di dalam sel otot jantung.

Channelopathies dapat menyebabkan kadar katekolamin tinggi, sehingga memicu aritmia. “Ketika katekolamin naik, detak jantung naik, Anda jadi aktif secara emosional maupun fisik.

Saat detak jantung naik, tekanan darah juga meningkat, ujar Aziz. Ia mewanti-wanti siapa pun yang pingsan saat berolahraga maupun main game, harus dievaluasi. Karena hal itu bisa jadi tanda gangguan jantung.

Aktivitas fisik

Besarnya risiko anak atau remaja yang mengalami gangguan jantung dapat membuat orangtua khawatir putra atau putrinya bermain game.

Namun, Aziz menyampaikan risiko tersebut cukup kecil karena hanya dialami sebagian kecil anak dan remaja yang mengalami gangguan jantung.

Tetapi ia menyarankan para orangtua yang putra-putrinya punya riwayat gangguan jantung, perlu memberikan perhatian ekstra saat anak-anaknya main game.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved