Travel Tips

Wisatawan Indonesia Rentan Frustrasi Saat Merencanakan Perjalanan, Mengapa?

Wisatawan Indonesia merasa frustrasi karena mereka tidak memahami penawaran dasar apa yang akan didapatkan

Editor: Geafry Necolsen
Shutterstock
Ilustrasi Pesan Tiket Pesawat sebagai Bagian dari Rencana Perjalanan(SHUTTERSTOCK) 

Wisatawan Indonesia Rentan Frustrasi Saat Merencanakan Perjalanan, Mengapa?

TRIBUNKALTIM.CO, TRAVEL - Melakukan perencanaan perjalanan seharusnya dapat dijadikan sebagai sebuah kesenangan tersendiri.

Sebab, menentukan kota atau negara untuk berlibur dapat membuatmu membayangkan tempat wisata menyenangkan apa saja yang patut dikunjungi.

Akan tetapi, berdasarkan survei yang telah dilakukan oleh Travelport tahun 2019 menyatakan bahwa sebanyak 61 persen wisatawan Indonesia merasa frustrasi karena mereka tidak memahami penawaran dasar apa yang akan didapatkan.

Baik saat sedang memesan tiket pesawat maupun hotel.

Liburan ke Tempat Bercuaca Panas, Hindari Heat Stroke

Musim Hujan, Waspada Flu dan Infeksi Bakteri Mematikan

“Melalui harga yang ditawarkan, mereka tidak tahu apa yang akan didapatkan,” kata Regional Director APAC Operator Territories Travelport Gary Harford dalam acara presentasi data Global Digital Traveler Research (GDTR) oleh Travelport di The Hermitage, Jakarta, Kamis (30/1/2020).

Menurutnya, rincian mengenai jasa yang akan didapatkan merupakan hal paling mendasar yang harus diketahui pelanggan.

Apabila kamu diberikan harga tiket pesawat yang murah, tentu kamu ingin tahu apakah kamu akan mendapatkan bagasi, dapat memilih kursi pesawat, atau bahkan akan diberikan makanan gratis selama mengudara.

Doyan Makanan yang Satu Ini? Awas Sindrom Nasi Goreng

10 Destinasi Paling Banyak Dikunjungi di Indonesia Versi Instagram

Harford mengatakan bahwa agen perjalanan yang kini kian marak di dunia maya harus dapat memberikan rincian tersebut.

Tidak hanya itu, mereka juga harus memberitahu kepada pelanggan apakah mereka dapat membeli jasa yang tidak tersedia melalui harga yang ditawarkan.

Sebab, berdasarkan survei tersebut, sebanyak 63 persen wisatawan Indonesia merasa frustrasi karena mereka tidak tahu penawaran tambahan apa saja yang tersedia dan berapa harga yang harus dibayar.

“Mereka (agen perjalanan online) juga harus beritahu berapa harga yang harus dibayar saat membeli jasa yang tidak termasuk dalam harga tiket tersebut,” tutur Harford.

Tiga Tips Hasilkan Foto Instagramable, Perhatikan Cahaya Matahari

Foto Sembarangan di Jepang, Kamu Bisa Didenda Jutaan Rupiah

Terkait pemesanan hotel, informasi rinci soal fasilitas yang akan didapatkan jika kamu memesan kamar dengan harga murah juga tidak kalah penting.

Beberapa hal yang perlu kamu tahu adalah apakah kamu akan mendapatkan sarapan, atau bisa melakukan check-in pada jam 11 pagi.

Harford juga menambahkan bahwa kamu juga harus tahu jika kamu datang terlalu pagi, apakah kamu bisa langsung masuk ke kamar yang telah dipesan atau harus menunggu terlebih dahulu.

“Untuk mengatasi hal tersebut, hal pertama yang harus dilakukan oleh para wisatawan adalah bertanya. Tanya hal-hal apa saja yang termasuk dan tidak termasuk dalam harga yang ditawarkan sebelum melakukan pemesanan,” kata Harford.

Selanjutnya, pertanyaan yang diajukan baik itu persoalan fasilitas di pesawat maupun di hotel harus relevan dengan keadaanmu.

Etika di Pesawat, Sandaran Tangan untuk Penumpang yang Duduk di Tengah

Tak Perlu Panik, Ini 5 Hal yang Harus Dilakukan Saat Ketinggalan Pesawat

Untuk pemesaan kamar hotel, jika kamu sudah ada rencana untuk pergi seharian, tentunya kamu ingin memastikan apakah dengan harga kamar hotel yang murah kamu juga mendapatkan sarapan atau tidak.

Tentunya kamu tidak ingin bepergian tanpa sarapan terlebih dahulu.

Maka dari itu sebelum melakukan pemesanan tiket pesawat dan kamar hotel, ada baiknya kamu bertanya untuk menghindari hal-hal yang akan membuatmu frustrasi saat merencanakan perjalanan.

Travelport adalah sebuah perusahaan teknologi yang memfasilitasi bisnis jasa perjalanan dengan menghubungkan penyedia jasa perjalanan dengan pembeli baik secara online maupun offline.

Survei yang dilakukan melibatkan 23.000 wisatawan dari 20 negara termasuk Indonesia. Untuk wisatawan Indonesia, terdapat 500 orang yang terlibat.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved