Akomodasi

Okupansi Hotel di Jogja Tak Capai Target, Gara-gara Hotel Virtual?

Deddy mengatakan, ada tiga penyebab yang membuat hotel- hotel di Yogyakarta sulit untuk mengalami peningkatan

Editor: Geafry Necolsen
Booking.com
Happy Buddha Hotel Yogyakarta, salah satu penginapan dengan harga di bawah Rp 100.000 di Yogyakarta. 

Okupansi Hotel di Jogja Tak Capai Target, Gara-gara Hotel Virtual?

TRIBUNKALTIM.CO, TRAVEL - Yogyakarta sebagai destinasi wisata tentu ramai dengan bisnis penginapan seperti hotel, dan homestay.

Bisnis tersebut diperlukan untuk mengakomodasi para wisatawan baik nusantara maupun mancanegara yang berwisata di Yogyakarta.

Namun kenyataannya, tingkat hunian hotel di Kota Gudeg ini tidak mencapai target pada tahun 2019.

Kata Kementerian Pariwisata, OYO dan Red Doorz Itu Kategori Kos-kosan, Bukan Hotel

Liburan 10 Hari, Mahasiswi Ini Cuma Habiskan Rp 4 Juta, Sudah Termasuk Tiket Pesawat!

Hal ini dikatakan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Yogyakarta, Deddy Pranowo. "Tingkat hunian kami rata-rata baru mencapai 65 persen. Ini jauh dari target kita yaitu sekitar 80 persen. Masih sisa kurang 15 persen," kata Deddy.

Deddy mengatakan, ada tiga penyebab yang membuat hotel- hotel di Yogyakarta sulit untuk mengalami peningkatan, seperti manajemen hotel virtual, harga tiket pesawat dan aksesibilitas bandara.

Traveling Bersama Anak, Jangan Biarkan Mereka Terlalu Lelah

Traveling dengan Anak Balita, Bawa Stroller atau Baby Carrier?

Manajemen hotel virtual, misalnya, dianggap begitu meresahkan industri hotel yang sudah berizin. Hotel virtual merupakan sebuah penginapan yang dikelola virtual hotel operator yang pemesanannya dapat dilakukan secara online dan offline.

Sementara virtual hotel operator adalah platform online yang bekerjasama dengan penginapan sekaligus menghubungkan properti mereka dengan konsumen.

"Dengan adanya manajemen virtual seperti kos-kosan bisa harian, rumah, itu kan belum tentu mempunyai izin usaha," ujar Deddy.

7 Tips Berwisata ke Pantai Bersama Anak, Jangan Lengah!

Etika di Pesawat, Sandaran Tangan untuk Penumpang yang Duduk di Tengah

"Kedua, belum tentu mereka punya standar pelayanan, sertifikasi usaha jasa. Ini penting dan harus ada, karena berkaitan dengan standar mutu pelayanan. Jangan sampai itu membuat kecewa wisatawan," lanjutnya.

Jika maraknya kos-kosan, rumah, yang beralih fungsi menjadi hotel tak berizin tersebut tetap dilakukan tanpa aturan, menurut Deddy, ujungnya dapat merugikan destinasi wisata.

Namun, Deddy tidak menolak adanya manajemen virtual hotel karena merupakan tuntutan zaman.

"Yang kita tolak adalah propertinya karena tidak sesuai dengan peruntukannya, tidak sesuai dengan izinnya. Itu akan berdampak pada kami yang sudah berizin lengkap, bersertifikasi dan SDM-nya berkompeten," tambahnya.

Meski demikian, selaku Ketua PHRI Yogyakarta, Deddt tetap akan membimbing hotel virtual untuk membuat izin usaha terlebih dulu sebelum melanjutkan bisnis penginapannya.

Penyebab kedua adalah tiket pesawat yang tidak terjangkau. Deddy mengatakan, tingginya harga tiket pesawat memiliki pengaruh terhadap tingkat hunian hotel di Yogyakarta yang tak mengalami kenaikan.

Ini 7 Tips Fotografi Perjalanan, Jangan Lupa Bersenang-senang

Jangan Tinggalkan di Pesawat, Ini Pentingnya Merobek Boarding Pass

"Tiket pesawat ini juga cukup mahal, bagaimana bisa meningkatkan hunian jika tidak ada wisatawan, karena harga tiket pesawat yang masih seperti itu," ujarnya.

Ketiga adalah aksesibilitas wisatawan mancanegara yang tidak bisa direct flight langsung ke Yogyakarta. Deddy menjelaskan, selama ini penerbangan internasional ke Yogyakarta masih harus melalui Bali.

Namun ia berharap pada bandara baru yaitu Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo untuk kembali mendongkrak tingkat hunian hotel.

"Dengan adanya bandara baru yaitu Bandara Internasional Yogyakarta, saya berharap banyak airlines atau travel agent dari asing yang ingin direct flight langsung ke Yogyakarta, dan ini harus kita raih," kata Deddy.

"Karena wisatawan saya rasa juga sudah jenuh dengan Bali, Batam, Jakarta dan ini harus kita raih," lanjutnya.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved