Travel Tips

Traveling dengan Anak Balita, Bawa Stroller atau Baby Carrier?

Stroller bisa menjadi dewa penyelamat, tetapi bisa juga justru menjadi sumber kerepotan, terutama kalau stroller yang dibawa besar dan berat.

Outdoor
Baby Carrier 

Traveling dengan Anak Balita, Bawa Stroller atau Baby Carrier?

TRIBUNKALTIM.CO, TRAVEL — Berlibur bersama buah hati tentu sangat menyenangkan. Namun, pertanyaan yang biasanya muncul, apakah perlu membawa stroller (dorongan bayi) atau cukup baby carrier (gendongan bayi)?

Citra dan Adit adalah satu dari sekian pasang yang memiliki cerita terkait hal ini. Mereka merasa tak puas menikmati liburan selama tiga hari di Bali.

Sedang Traveling, Bagaimana Jika Anak Demam?

Tips Lengkap Membawa Bayi Naik Pesawat

Pasalnya, Citra kelelahan karena harus terus menggendong buah hati mereka, Dastan, yang baru berusia 2 tahun.

Entah karena cuaca yang panas atau belum terbiasa dengan suasana baru, Dastan kerap rewel dan tak mau turun dari gendongan ibunya.

Gara-gara hal sepele ini, kadang Citra dan Adit terlibat pertengkaran kecil lantaran Adit tak mau bergantian menggendong Dastan.

Padahal, Citra juga sudah kelelahan menggendong anaknya sepanjang jalan di lokasi wisata. Kejadian tersebut biasanya terjadi pada suami-istri muda yang melakukan perjalanan bersama anak yang masih berusia di bawah lima tahun (anak balita).

Umur Berapa Anak Bisa Diajak Traveling?

7 Tips Berwisata ke Pantai Bersama Anak, Jangan Lengah!

Mereka memutuskan untuk tidak membawa stroller karena khawatir kerepotan.

Memang, stroller bisa menjadi dewa penyelamat, tetapi bisa juga justru menjadi sumber kerepotan, terutama kalau stroller yang dibawa besar dan berat.

Nah, agar tepat memilih, apakah membawa stroller atau cukup membawa baby carrier, simak tips berikut ini.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Geafry Necolsen
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved