Travel Tips

Perkenalkan Anak dengan Rasa Alami Makanan Sedini Mungkin

JIka sejak dini anak sudah dibiasakan mengonsumsi makanan yang manis, maka sampai besar ia juga akan selalu memilih rasa yang manis.

Editor: Geafry Necolsen
Thinkstock
Makanan Pendamping Asi 

Perkenalkan Anak dengan Rasa Alami Makanan Sedini Mungkin

TRIBUNKALTIM.CO, TRAVEL – Usia balita merupakan masa yang krusial untuk menentukan kesukaan anak terhadap makanan tertentu di masa depan.

JIka sejak dini anak sudah dibiasakan mengonsumsi makanan yang manis, maka sampai besar ia juga akan selalu memilih rasa yang manis.

Sejak genetik anak telah terprogram untuk menyukai rasa tertentu dan menghindari rasa yang lain.

6 Tips agar Anak Aman Bersama Pengasuh di Rumah

Cara Mengurus Paspor Buat Anak

Bayi baru lahir memang menyukai rasa manis, sehingga ini akan membantu mereka untuk mengonsumsi air susu ibu, yang memiliki rasa manis alami.

Namun, bukan berarti anak dibiasakan mengonsumsi makanan dan minuman mengandung gula tinggi.

“Gula tambahan dan perisa yang terkadang ditambahkan dalam produk makanan, termasuk susu, akan membuat anak terbiasa dengan rasa manis.

Kado Terbaik untuk Anak, Bukan Mainan, Tapi Liburan!

Tips Memilih Hotel untuk Staycation bersama Anak di Akhir Pekan

Saat besar nanti, dia akan terus mencari rasa yang makin manis,” kata dr.Lucia Nauli Simbolon, Sp.A dalam acara diskusi yang diadakan oleh Arla Indofood di Jakarta.

Padahal, kelebihan asupan gula berdampak negatif pada kesehatan secara umum. Itu sebabnya, orangtua dianjurkan untuk memperkenalkan anak-anak pada rasa alami semua makanan sejak dini, terutama setelah anak mendapatkan makanan pendamping ASI ( MPASI).

Misalnya saja, jika anak sudah mengonsumsi susu, pilih produk dengan kandungan gula yang rendah, bahkan sebaiknya produk dengan gula alami atau hanya laktosa susu.

“Bisa dilihat dari daftar nutrisi yang ada di kemasan. Bedakan antara sukrosa yang merupakan gula pasir dan laktosa sebagai gula susu,” kata Lucia.

Orangtua juga perlu menyediakan makanan segar di rumah, seperti buah, sayuran, atau protein hewani, ketimbang memilih makanan kemasan atau siap saji.

Anak-anak memang cenderung memilih makanan yang rasanya paling mereka kenal, terutama jika ia merasa enak setelah mengonsumsinya.

Selain dari rasa, anak-anak juga memilih makanan berdasarkan bau dan penampilan makanan itu sendiri. Karenanya orangtua jangan menyerah jika anak sudah menolak pada rasa makanan baru yang diperkenalkan.

Penelitian menunjukkan, dibutuhkan waktu sampai 15 kali percobaan sampai anak menjadi akrab dengan rasa dan akhirnya menyukainya.

Jika sejak dini kita memberikan anak makanan yang bernutrisi dan alami, kita membantunya membangun pilihan yang sehat untuk masa depannya.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved