Kuliner

Kuliner Ekstrem dari Pasar Wuhan Diduga Menjadi Sumber Virus Corona

Tapi, untuk sementara ini, tahan dulu ya keinginan kamu untuk menyantap kuliner eksotis.

Editor: Geafry Necolsen
China Morning Post
Wuhan Market menjual berbagai jenis binatang untuk dijadikan santapan. 

Dilansir dari Mothership Singapore, ia menulis burung merak hidup dijual seharga 500 renminbi China atau sekitar Rp 982.000. Lalu untuk rusa sika dihargai 6.000 renminbi China atau sekitar Rp 11 juta.

Travellers! Hindari Terkena Virus Saat di Pesawat, Ini Tips-nya

Hati-hati Saat Traveling, Ada Virus Corona Mematikan dari China

Ada juga koala hidup dihargai 70 renminbi China atau sekitar Rp 137.000. Menu tersebut bukan hanya menawarkan hewan hidup, tetapi juga jasa pemotongan hewan dan pengiriman.

Kebanyakan toko di Pasar Seafood Huanan memang menjual kepiting, udang, dan aneka ikan. Namun di sudut pasar, terdapat banyak hewan tak lazim konsumsi yang diperjualbelikan.

Seorang warga sekitar bernama Ai mengatakan bahwa ia melihat beberapa pemilik toko menjual hewan hidup di pasar tersebut.

“Ada kura-kura, ular, tikus, landak, dan burung pegar,” ujar Ai pada South China Morning Post. Ia juga menambahkan, banyak toko di bagian barat pasar yang menjual hewan-hewan hidup.

Sebuah surat peringatan dari Wuhan Administration for Industry and Commerce (Administrasi Wuhan untuk industri dan perdagangan) pada September lalu juga sempat menunjukkan adanya hewan hidup yang dijual di pasar.

Dalam peringatan tersebut, pemerintah telah memeriksa sekitar delapan toko yang menjual katak harimau, ular, dan landak.

Pasar yang menjual hewan hidup atau mati dari beberapa spesies berbeda sekaligus cukup mudah ditemukan di China.

Misalnya, di wilayah Provinsi Guangdong, Guangzhou, dan Shandong. Orang-orang China masih sering memakan hewan eksotis liar.

Wabah Virus Corona sendiri sampai sudah mencapai ke beberapa negara seperti Thailand, Hongkong, Macau, Taiwan, Korea Selatan, Jepang, Amerika, dan Vietnam.

Kota Wuhan saat ini dikarantina dan dikabarkan tak ada aktivitas penduduk yang berlangsung di sana.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved