Akomodasi

Check-in di Hotel Syariah, Bawa Buku Nikah

Permintaan dokumen tambahan berupa buku nikah itu diperuntukkan tamu pasangan lawan jenis yang menginap di dalam satu kamar.

Check-in di Hotel Syariah, Bawa Buku Nikah
Shutterstock
Mozaik yang cerah nan rumit merupakan ciri khas arsitektur Persia. Mozaik ini terdapat pada bagian dalam dinding Masjid Nasr ol-Molk, Shiraz, Iran. 

Check-in di Hotel Syariah, Bawa Buku Nikah

TRIBUNKALTIM.CO, TRAVEL - Pada dasarnya, cara check-in di hotel syariah hampir sama dengan hotel umum lainnya.

Manajemen hotel biasanya meminta dokumen tambahan, salah satunya buku nikah.

Permintaan dokumen tambahan berupa buku nikah itu diperuntukkan tamu pasangan lawan jenis yang menginap di dalam satu kamar.

Tiga Dokumen Penting yang Wajib Kamu Bawa Saat Chek In di Hotel

Ini Daftar Barang yang Tidak Boleh dan Boleh Kamu Pulang dari Hotel

3 Hal Ini Dilarang Dibawa Masuk ke Kamar Hotel

"Namun, dari Grand Dafam Rohan Jogja memudahkan tamu untuk proses check-in, jika tamu berpasangan tidak membawa surat menikah, cukup menunjukan KTP yang beralamat sama," jelas Rahmanda Mutia Primardani, Public Relations Officer Grand Dafam Rohan Jogja.

Kelonggaran lain yang bisa diberikan adalah menunjukkan foto pernikahan jika tidak membawa buku nikah atau pun alamat KTP belum diubah.

Namun, jika persyaratan di atas tidak bisa dipenuhi oleh pasangan yang menginap, maka pihak hotel biasanya akan menolak.

Kasih Uang Tip Kepada Bellboy Hotel, Wajib atau Sukarela?

Uang Deposit Hotel untuk Apa? Ini Penjelasannya

"Kalau buku nikah sifatnya tidak wajib dibawa, namun yang penting KTP dengan alamat yang sama dibawa dan dapat ditunjukan ketika check-in terkait dengan regulasi hotel yang syariah," jelas Rahmanda.

Aturan lain yang diinformasikan saat check-in adalah tamu tidak diperbolehkan membawa minuman dan makanan non halal, seperti minuman beralkohol dan lain-lain.

Saat datang ke hotel syariah, Rahmanda mengatakan, [engunjung tidak perlu menggunakan pakaian syariah, melainkan busana sopan dan tidak terlalu terbuka.

Hal ini dilakukan agar menyaga kenyamanan antar tamu. "Pakaian tertutup (pakaian syar'i) wajib bagi staf, tidak diharuskan untuk tamu," papar Rahmanda.

Ikuti kami di
Editor: Server
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved