Travel Tips

Paspor Rusak atau Hilang karena Banjir, Bisa Bebas dari Denda

Warga hanya perlu membayar biaya penggantian paspor dengan biaya normal, yaitu sebesar Rp 350.000 untuk paspor biasa 48 halaman

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Geafry Necolsen
Ditjen Imigrasi
Pengambilan paspor yang berguna bagi masyarakat untuk bepergian ke luar negeri.( 

Paspor Rusak atau Hilang karena Banjir, Bisa Bebas dari Denda

TRIBUNKALTIM.CO, TRAVEL -  Bagi yang mengalami kerusakan atau kehilangan paspor saat bencana banjir, kini tak perlu khawatir.

Direktorat Jenderal Imigrasi telah mengeluarkan surat edaran yang membebaskan denda paspor rusak atau hilang bagi pemegang paspor korban banjir.

Menurut Kasubbag Humas Ditjen Imigrasi Sam Fernando, mengatakan, para pemegang paspor korban banjir bisa melaporkannya melalui kantor imigrasi penerbit paspor.

"Dengan melampirkan surat keterangan terjadinya bencana banjir dari kantor kelurahan sesuai domisili," ungkap Sam Fernando dalam siaran pers tersebut.

Selanjutnya, pemegang paspor akan menjalani proses pemeriksaan mendalam dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) oleh petugas.

Lanjutnya, kebijakan ini dilakukan sebagai wujud simpati Ditjen Imigrasi dalam merespons musibah bencana banjir yang dialami masyarakat di beberapa wilayah Indonesia.

"Hal ini karena banyak warga yang mengeluhkan kehilangan atau kerusakan paspor karena basah oleh air atau lumpur yang dibawa banjir," ujarnya.

Warga hanya perlu membayar biaya penggantian paspor dengan biaya normal, yaitu sebesar Rp 350.000 untuk paspor biasa 48 halaman dan Rp 650.000 untuk paspor elektronik 48 halaman.

Banjir yang melanda beberapa wilayah di Indonesia, telah menghanyutkan barang-barang penting keluarga.

Barang-barang yang terbuat dari kertas akan mudah basah, bahkan hilang terbawa banjir.

Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 28 Tahun 2019 tentang tarif pendapatan negara bukan pajak di Kemenkumham menyebutkan bahwa paspor yang hilang dikenakan denda sebesar Rp 1 juta.

Peraturan ini berlaku sejak 1 Mei 2019. 

Sementara untuk paspor rusak akan dikenakan denda Rp 500.000.

Dua jenis denda tersebut belum termasuk biaya penggantian buku, yakni Rp 350.000.

Denda ini berlaku bagi paspor yang sudah habis masa berlakunya maupun belum.

Namun, dalam Permenkumham Nomor 8 Tahun 2014 Pasal 41 ayat 2 huruf (a) diterangkan, kehilangan atau kerusakan bisa dibebaskan dari denda apabila diakibatkan oleh musibah, seperti kebakaran, kebanjiran, gempa bumi, atau tsunami.\

Banjir tidak hanya terjadi di Indonesia, sejumlah negara di sia juga mengalami musibah serupa. Kondisi cauaca ekstrem yang terjadi akhir-akhir ini juga menimbulkan bencana alam di negara-negara lain.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved