Begini Kecenderungan Traveler di Tahun 2020, Teknologi Jadi Andalan

Memasuki tahun dan dekade baru, kebutuhan, perilaku, dan keinginan kita yang berkaitan dengan travel terus berubah.

Editor: Januar
Tribun Bali
Tahun 2020 ini, ada kecenderungan perubahan tren wisatawan terhadap objek-objek wisata hingga pilihan kuliner dan akomodasinya. 

Begini Kecenderungan Traveler di Tahun 2020, Teknologi Jadi Andalan

TRIBUNKALTIM.CO - Memasuki tahun dan dekade baru, kebutuhan, perilaku, dan keinginan kita yang berkaitan dengan travel terus berubah.

Arjan Dijk, Senior Vice President dan Chief Marketing Officer di Booking.com mengungkapkan, memasuki dekade baru, industri travel akan menanggapi traveler yang berkelanjutan, punya rasa ingin tahu, dan cakap teknologi.

Hal ini dilakukan melalui pengembangan produk, layanan, dan fungsi yang mempermudah semua orang untuk menjelajahi dunia.

"Dari mencari kota kedua untuk mengatasi pariwisata berlebihan, menyediakan rekomendasi yang dibuat khusus, sampai memastikan adanya pilihan menginap yang beragam untuk pelanggan di seluruh dunia," kata Dijk dalam keterangannya. 

Memprediksi bahwa 2020 akan menjadi tahun yang kian penuh dengan eksplorasi yang didorong teknologi dan rasa tanggung jawab.

Selain itu ada hubungan yang lebih dalam dengan orang dan tempat yang dikunjungi. Prediksi tersebut dihasilkan dari riset terhadap lebih dari 22.000 traveler di 29 market, serta wawasan dari 180 juta ulasan tamu terverifikasi.

Beriukut prediksi tren traveling tahun 2020 menurut Booking.com:

1. Munculnya traveler kota kedua

Wisata kota kedua, yang berarti eksplorasi destinasi yang tidak terlalu populer untuk mengurangi pariwisata berlebihan dan melindungi lingkungan, akan semakin diminati.

Lebih dari separuh, 54 persen, traveler global ingin mengambil bagian dalam mengurangi pariwisata berlebihan.

Adapun 51 persen traveler rela menukar destinasi awal mereka dengan tempat yang tidak terlalu terkenal tapi serupa, jika mereka tahu bahwa dampak lingkungannya lebih kecil.

Untuk menggugah minat mereka, 60 persen traveler global ingin mengakses layanan (aplikasi/situs) yang merekomendasikan destinasi di mana pertumbuhan pariwisata dapat memberi dampak positif terhadap komunitas lokal.

Diperkirakan berbagai perusahaan akan menanggapi permintaan ini dengan memperkenalkan berbagai fungsi yang mempermudah traveler untuk menemukan destinasi kota/area kedua.

Hal ini dilakukan dengan mencocokkan preferensi perjalanan mereka dengan destinasi alternatif di negara atau wilayah pilihannya.

Meningkatnya kolaborasi dalam ekosistem travel juga berarti meningkatnya kampanye kesadaran dan perbaikan infrastruktur yang akan menarik pengunjung ke tempat-tempat yang belum terlalu ramai.

2. Ekspektasi tinggi terhadap teknologi

Di tahun 2020 traveler akan lebih banyak mengandalkan teknologi untuk menentukan aspek-aspek penting dalam membuat keputusan.

Memilih satu dari sekian banyak tempat untuk dijelajahi di planet yang menakjubkan ini tidak mudah.

Untungnya, tahun depan kita akan melihat teknologi inventif yang dapat menginspirasi dan memungkinkan kita untuk mengatasi masalah ini dengan mudah.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved