Viral, Beli Tiket Ekonomi, Nenek Berusia 88 Tahun Ini Malah Duduk di Bangku First Class!

Seorang awak kabin Virgin Atlantic bernama Leah Amy mengatakan kejadian tersebut merupakan sebuah cerita yang sangat menyentuh hati.

Editor: Januar
pexel
Ilustrasi kabin pesawat 

TRIBUNKALTIM.CO -  Seorang wanita berusia 88 tahun bermimpi, bisa duduk di bangku first class di pesawat yang ditumpanginya. Mimpi ini jadi kenyataan.

Pria ini memberikan kursi pesawatnya untuk perjalanan dari New York ke London demi mewujudkan impian seorang perempuan berumur 88 tahun.

Kisah pria yang memberikan kursi pesawat first class pada seorang nenek ini menjadi viral di medsos.

Seorang awak kabin Virgin Atlantic bernama Leah Amy mengatakan kejadian tersebut merupakan sebuah cerita yang sangat menyentuh hati.

“Dari ratusan pesawat yang saya tangani, saya pernah melayani para pemain sepak bola, model papan atas, dan beberapa bintang film Hollywood. Tapi saya akan bercerita tentang dua penumpang pesawat kesukaan saya,” tulis Amy dalam unggahan di Facebook pada Selasa (17/12/2019) lalu, seperti dilansir dari Dailymail.

Tidak hanya mengunggah cerita, Amy juga mengunggah beberapa foto dari kedua orang tersebut yang terlihat sangat gembira.

Beberapa di antaranya adalah foto dari Violet, lansia tersebut, yang yang sedang menikmati kenyamanan kursi first class sepanjang 7 jam perjalanan menuju Inggris.

Menurut New Zealand Herald, pria bernama Jack dan perempuan bernama Violet itu menjalin hubungan pertemanan sembari menunggu kedatangan pesawat mereka di terminal bandara.

Violet merupakan seorang perawat asal London yang sudah pensiun.

Saat itu, dia sedang dalam perjalanan kembali ke London setelah menemui anaknya di New York.

Sementara itu, Jack ingin kembali ke rumahnya setelah melakukan perjalanan bersama keluarganya di Amerika.

Dalam unggahannya di Facebook, Amy kembali menjelaskan bahwa Jack dan keluarganya membayar kursi first class untuk perjalanan pulang.

Namun ketika sedang dalam pesawat, Jack pergi dan mencari Violet yang duduk di kelas Ekonomi untuk bertukar tempat duduk dengannya.

“Dia (Jack) kemudian duduk di barisan kursi tepat di sebelah kamar mandi kelas Ekonomi dan tidak pernah meminta atau berkomentar apapun sepanjang perjalanan,” kata Amy.

“Tidak ada keributan sama sekali, tidak melakukan sesuatu yang akan mendapatkan perhatian. Dia (Jack) benar-benar melakukannya karena kebaikan hatinya. Tidak ada seorang pun yang memintanya (untuk bertukar kursi dengan Violet),” tambah Amy.

Amy kemudian menjelaskan Violet sering pergi ke New York untuk mengunjungi anaknya yang bekerja di sana.

Namun akhir-akhir ini dia tidak sempat berkunjung karena ada masalah di lututnya.

Violet selalu bermimpi untuk dapat duduk di kursi paling depan, dan Jack membuat impiannya terkabulkan.

Amy kembali menuliskan, wajah Violet terlihat sangat senang ketika dia membuatnya merasa nyaman untuk beristirahat setelah makan malam.

Harga Tiket Murah untuk Liburan ke Eropa tahun 2020

“Dia (Violet) berkata bahwa anaknya tidak percaya akan hal itu dan ingin dikirimkan sebuah swafoto sebagai bukti. Akan tetapi dia tidak memiliki ponsel atau alamat email. Jadi, foto-foto ini akan dikirim melalui pos besok,” tulis Amy.

Unggahan cerita menyejukkan hati dari Amy langsung menjadi viral di medsos.

Seorang pengguna mengatakan cerita tersebut sangat indah dan percaya bahwa Jack memiliki banyak kebaikan lainnya.

Pengguna lain juga berkomentar kalau dia senang dengan senyuman yang diperlihatkan oleh Violet.

“Jack, kamu sangatlah indah dari dalam dan dari luar. Tuhan memberkatimu dan memberikanmu berkat sepuluh kali lipat. Senyuman Violet adalah segalanya,” tulis pengguna Facebook lain.

Dalam wawancaranya dengan Huffington Post, Jack mengatakan dirinya tidak terlalu menyukai kursi first class karena hal tersebut membuat adanya ketidaksetaraan.

Dalam wawancaranya dengan Huffington Post, Jack mengatakan dirinya tidak terlalu menyukai kursi first class karena hal tersebut membuat adanya ketidaksetaraan.

Menurutnya, perbedaan kelas dalam sistem penempatan kursi tersebut sangat tidak sehat karena orang-orang harus berjalan melalui kursi yang mewah menuju kursi yang biasa saja.

"Itu (perbedaan kelas untuk penempatan kursi pesawat) juga sebuah metafor tentang bagaimana masyarakat sekarang ini. Dengan ketidaksetaraan yang terus menjulang," kata Jack.

Dia menjelaskan bahwa dia dapat kursi tersebut karena ibunya membeli kursi Upper-Class di Virgin Atlantic sebagai sebuah kejutan untuk Jack dan kedua teman ibunya yang baru saja pulang dari acara amal.

Ketika Jack diberitahu bahwa kursi pesawatnya telah dirubah menjadi first class, dia awalnya bercanda dan mengatakan bahwa dia akan memberikan kursinya ke orang lain.

Namun setelah Jack berada di dalam pesawat, dia sadar bahwa memberikan kursi first class kepada orang lain sebagai hadiah akan sangat menyenangkan.

"Sebelum pesawat lepas landas, saya berjalan-jalan melewati kelas ekonomi. Saya mencari seseorang untuk diberikan hadiah tersebut. Kemudian saya bertemu dengan Violet, seorang perempuan asal Jamaika yang terlihat baik," kata Jack.

Dia kemudian menceritakan bagaimana dia duduk first class ke Violet dan bertanya apakah dia naik pesawat bersama orang lain.

Namun, Jack menjelaskan terlebih dahulu apa itu Upper-Class.

Mulai dari menyebutkan bahwa kursi kulit bisa dijadikan sebagai tempat tidur, hingga keuntungan yang akan didapat seperti makanan dan minuman gratis.

"Ada seorang wanita di sebelah Violet yang mengatakan padanya bahwa kursi first class sangat nyaman dan dia harus menerimanya. Jadi, Violet setuju dan kami langsung membereskan tasnya, memberitahu awak kabin, dan berjalan menuju first class," kata Jack.

Saat mereka tiba di kursi Jack, di sana sudah tersedia air putih gratis yang membuat Violet bertanya apakah dia boleh memilikinya yang kemudian Jack menjawab iya.

Setelah melihat Violet nyaman di kursi miliknya, Jack kemudian kembali ke kelas ekonomi untuk duduk di kursi Violet.

Menurut Jack, dunia tidak hanya membutuhkan kebaikan kecil saja seperti yang telah dia lakukan kepada Violet, tetapi dunia juga membutuhkan perubahan secara sistematik untuk meningkatkan kesetaraan.

"Saya akan merasa senang sekali melihat Virgin Atlantic memberikan kursi Upper-Class kepada Violet untuk seumur hidupnya," kata Jack.

Berkat cerita yang viral ini, Virgin Atlantic telah mengkonfirmasi mereka akan meningkatkan kelas kursi penumpang dengan umur tertua mulai 24 Desember 2019 hingga 1 Januari 2020.

Seorang juru bicara maskapai tersebut mengatakan hal tersebut dilakukan untuk menghormati Jack yang telah melakukan kebaikan kepada Violet.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved