Keliling Kepulauan Derawan dengan Biaya Hemat, Begini Triknya

Tidak sedikit wisatawan yang bingung, bagaimana cara menuju ke sana, berapa banyak uang yang harus dikeluarkan untuk bisa menikmati liburan di sana.

Keliling Kepulauan Derawan dengan Biaya Hemat, Begini Triknya
KOMPAS/LUKAS ADI PRASETYA
Pulau Derawan, pulau andalan pariwisata Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, menyajikan pemandangan bawah air dan atas air yang memesona. 

"Rencananya berakhir menyaksikan matahari terbit dari Derawan. Tapi tidak kelihatan karena pagi ini hujan," kata Gita. Perjalanan mengelilingi empat pulau itu rupanya tidak perlu merogoh dana besar.

Galih dan Gita merancang perjalanannya sendiri. Modalnya hanya keteguhan hati karena berani tawar menawar dengan para transportasi yang mengantar perjalanan keduanya. "Saya serahkan soal tawar menawar ke Gita," kata Galih.

Semua diawali keberangkatan dari Tanjung Redeb, ibu kota Kabupaten Berau, ke dermaga penyeberangan Tanjung Batu, saat pagi. Galih-Gita memilih mobil roda empat yang disewa harga Rp 450.000 sekali antar.

Tanjung Redeb ke Tanjung Batu ditempuh dalam waktu 2,5 jam. Banyak pilihan perahu cepat di dermaga itu untuk menyeberang ke Derawan atau ke pulau lain, baik speedboat untuk 4 penumpang atau longboat untuk lebih 8 penumpang.

"Beruntung langsung ketemu driver speedboat saat tawar menawar. Kebetulan juga dia orang Derawan," kata Galih.

Harga sewa speedboat Rp 1,6 juta untuk jalan seharian hingga kepulangan mereka ke Tanjung Batu keesokan harinya.

"Tiba di Derawan jam 10.00. Dapat penginapan Rp 300.000 per malam per kamar, fasilitas 1 tempat tidur, televisi, AC, dan masih baru," kata Galih.

Keduanya tak menyia-nyiakan waktu. Usai masuk penginapan, keduanya bertolak ke Maratua sebagai tujuan pertama. Pulau ini memiliki model pantai, resort, penginapan dan resto di atas laut, mirip di Derawan.

Hanya saja, wisatawan mancanegara lebih banyak ditemui di sana. Usai mengabadikan beberapa sudut pantai, keduanya melanjutkan ke Kakaban.

Lebih dari satu jam di Kakaban. Keduanya berenang di antara ubur-ubur tidak menyengat. Dari Kakaban, mereka langsung melanjutkan ke Sangalaki untuk menyaksikan sebentar penangkaran penyu.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Januar
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved